Pelatihan RevoU Bantu BRI Optimalkan Data Analytics untuk Layanan Nasabah
Training RevoU memberikan impact khususnya buat perusahaan. Topiknya applicable sekali khususnya di bidang perbankan. Jadi kita bisa tau behavior dari nasabah. Bahkan, sampai memprediksi juga, apakah ada transaction fraud atau gak.
Tsaqif Alfatan Nugraha
Data Analyst at BRI
Ringkasan Eksekutif
Bank Rakyat Indonesia (BRI) berkolaborasi dengan RevoU untuk menyelenggarakan Data Analytics Corporate Training selama 3 bulan, bertujuan meningkatkan keterampilan tim IT dan Data Analytics dalam menganalisis dan mengelola data operasional.
Melalui pelatihan hybrid, tim BRI mempelajari teknik penting seperti SQL, visualisasi data, dan cara menyampaikan insights kepada stakeholder, sehingga mereka dapat mengidentifikasi akar masalah, seperti transaksi yang gagal, dengan lebih efektif.
Program ini juga membantu tim BRI dalam mengoptimalkan proses segmentasi pelanggan dan pengambilan keputusan berbasis data, yang berkontribusi pada peningkatan layanan kepada nasabah.
Tentang BRI
BRI adalah salah satu Bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia dan didirikan pada tahun 1895. BRI memiliki beragam layanan, mulai dari pinjaman dan deposit hingga produk investasi. Hingga saat ini, BRI selalu fokus pada inovasi dan pelayanan pelanggan. Komitmen untuk mengadopsi teknologi terkini telah menempatkan BRI sebagai pemimpin di industri keuangan, melayani jutaan pelanggan di seluruh Indonesia.
Tantangan yang Dihadapi
BRI memiliki Departemen OPA (IT & Data Analytics Operations) yang sudah memiliki background di bidang IT, namun perlu meningkatkan skill dalam analisis dan pengelolaan data.
#1 Identifikasi Root Cause
"Selama ini berjalan untuk monitoring operasional transaksi. Namun, identifikasi masalah dalam transaksi belum optimal. Dengan menggunakan Data Analytics, kita bisa tau bahkan sampai identifikasi root cause,” -Tsaqif Alfatan
#2 Problem Prioritization
“Dengan mengerti data analytics, kita dapat dengan mudah mengetahui Top 5 Complaint dari user bisnis sehingga kita dapat memprioritaskan problem mana yang perlu diselesaikan terlebih dahulu agar dapat fokus untuk problem solution-nya dan dapat membantu user bisnis lebih optimal,” -Anggoro Budiman
Hasil
Setelah mengikuti Data Analytics Corporate Training, Departemen OPA bisa menerapkan skill data analytics mereka untuk customer segmentation hingga problem prioritization sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih baik pada perusahaan. Melalui study case, ia bisa belajar cara menganalisis data dengan lebih praktis.
“Yang paling berkesan tuh study case. RevoU mengusulkan beberapa topik data yang masih terkait industri banking, seperti di kelompokku ada Churn Customer dalam industri perbankan,” -Tsaqif Alfatan
Hasil Pelatihan


Instruktur
Nicholas Vidya
AVP - Product and System Quality Manager at UOB