Pengembangan Produk Bank Sinarmas Berbasis Data dengan Metode Agile
Jujur, semua training dan trainer-nya kompeten. Sangat bagus karena trainer-nya bukan hanya mengajarkan teori, tapi juga praktisi yang ada di lapangan. Jadi, banyak sharing pengalaman nyata yang bisa dibagi oleh trainer untuk kita semua yang mengikuti training ini. Terima kasih untuk RevoU dan Bank Sinarmas!
Florian Kurniadhi
Head of Product Manager - Lending Product at Bank Sinarmas
Ringkasan Eksekutif
Bank Sinarmas berupaya untuk mendigitalisasi sistem perbankan dengan menggunakan metode agile.
Oleh karena itu, Bank Sinarmas meningkatkan kemampuan Product & Engineering Team di bidang Product Management melalui training selama 6 hari. Pelatihan mencakup pemahaman business objective hingga product marketing.
Tentang Bank Sinarmas
Sebagai salah satu pilar dari 7 pilar Sinar Mas Multiartha, Bank Sinarmas telah didirikan sejak tahun 1989 dan menjadi pionir dalam memberikan layanan perbankan berkualitas. Bank ini selalu berupaya untuk berinovasi demi menjaga dan meningkatkan kualitas produknya. Maka dari itu, Bank Sinarmas terus berinovasi dan menambah wawasan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas produk yang ada.
Tantangan yang Dihadapi
Awalnya, Bank Sinarmas memiliki pendekatan warterfall.
Namun, dalam perjalanannya menuju digitalisasi, Bank Sinarmas mengubah pendekatan waterfall menjadi agile, terutama tim IT.
Oleh karena itu, Product dan Engineering Team perlu untuk memahami konsep Product Management secara menyeluruh.
“Kita perlu pelatihan di mana tim IT bisa melihat suatu produk tidak hanya dari bagian teknis-teknisnya saja.
Tapi, bisa melihat produk dari awal hingga akhirnya seperti apa,” kata Muhammad Taufan, Learning Solution Junior Analyst di HCM Bank Sinarmas.
Hasil
1. Sinergi antara Product & Engineering Team
Sebelum training, Engineering team lebih memahami dari sisi teknis dan mengeksekusi apa yang diminta oleh divisi lain. Namun, setelah training, Product & Engineering Team memahami bahwa mereka masih satu kesatuan dan harus saling memahami tentang produk yang akan dikembangkan.
2. Wawasan Product Management yang Lebih Luas
"Melalui training ini, kita belajar untuk cari root cause-nya. Jadi, bukan artinya user minta A B C, ya sudah kita kerjakan saja. Tapi, harus tahu dulu user ini sebenarnya punya problem statement apa, root cause-nya apa. Itu yang harus kita solve. Jadi, solusinya lebih tepat sasaran,” -Florian
3. Stakeholder Management yang Lebih Baik
Tim Product & Engineering diajarkan untuk cara bernegosiasi dengan memberikan data dan alasan yang jelas ketika mendapatkan request.
4. Pengembangan Produk Berdasarkan Data
Insight ini pun diimplementasikan langsung oleh Product Team dengan membuat Product Requirement Document (PRD) yang lebih jelas dan berdasarkan data.
Hasil Pelatihan


Instruktur
Rama Syailendra
Head of Product at AwanTunai